Sabtu, 27 Oktober 2018

TEKNIK PRODUKSI PENYIARAN TELEVISI

Oktober 27, 2018 1 Comments
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
 

-Pendahuluan-
   Halo teman-teman pengunjung blog saya, kali ini saya akan memposting tentang teknik produksi penyiaran televisi. Selamat membaca!

-Pengertian-
    Siaran TV memiliki arti dan fungsi yang sangat penting untuk penyampaian informasi dari pemerintah maupun dari sumber-sumber yang lain untuk kepentingan nasional maupun regional. Informasi dari pemerintah berupa berita-berita pembangunan diseluruh wilayah Negara, sehingga dapat
dimanfaatkan sebagai pengetahuan dan memotivasi masyarakat
untuk membangun daerahnya.
    Merencanakan sebuah program TV, seorang produser professional akan dihadapkan pada lima hal sekaligus yang memerlukan pemikiran mendalam, seperti materi produksi, sarana produksi (equipment), biaya produksi (financial), organisasi produksi dan tahapan pelaksanaan produksi.

-Latar Belakang-
    Dengan kemajuan teknologi di bidang elektronika komunikasi dan komputer sangat mendukung kemajuan dalam teknologi informasi. Sehingga kebutuhan akan informasi dalam kehidupan modern seperti saat ini dapat terpenuhi dengan pemanfaatan produk teknologi informasi. Produk-produk tersebut seperti : telex, facsimile, telepon, radio, televisi, jaringan komputer atau internet dan satelit.
   Televisi sebagai bagian dari kebudayaan audio-visual merupakan media paling berpengaruh dalam membentuk sikap dan kepribadian masyarakat secara luas. Hal ini disebabkan oleh satelit dan pesatnya perkembangan jaringan televisi yang menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
Kultur yang dibawa televisi dengan sendirinya mulai tumbuh di masyarakat

-Maksud dan Tujuan-
Maksud dan tujuan dari dibuatnya program televisi diantaranya:
 * Mendapatkan penonton/pemirsa atau penonton sebanyak-banyaknya
 * Mendapatkan audien yang lebih spesifik sesuai dengan program televisi yang ditayangkan
 * Mendahulukan program-program yang dapat meningkatkan rating stasiun televisi itu sendiri.
 * Mendapatkan apresiasi berupa penghargaan dari berbagi pihak demi meningkatkan stasus
 * Menayangkan program demi kepentingan publik.
 
-Pembahasan-
 
-Teknik Siaran Televisi-
    Berikut ini adalah teknik-teknik siaran televisi yang harus kita ketahui.
1. Teknik Siaran Langsung (on line)


   Siaran langsung dapat dilakukan didalam studio maupun di luar studio. Siaran di dalam studio misalnya siaran acara/program talk show, dialog dan sebagainya. Siaran di luar studio misalnya liputan acara yang sifatnya resmi misalnya acara kenegaraan seperti upacara 17 Agustus, sidang pleno
DPR, pertandingan final olah raga piala sudirman dan sebagainya. Proram- program siaran langsung biasanya sangat ditentukan oleh waktu yang tidak dapat diubah dan pada saat itu juga harus disiarkan ke publik. Berarti antara pengambilan gambar/liputan dengan penyiarannya bersamaan. Jadi editingnya dilaksanakan secara langsung (on line) pada studio mini yang diset di lokasi acara berlangsung. Panduan editingnya menggunakan urutan acara dan EDL (editing dicision list) yang dibuat oleh editor. Liputan seperti ini biasanya berbentuk laporan pandangan mata oleh reporter TV.

2. Teknik Siaran Tidak Langsung

   Siaran tidak langsung terjadi antara pengambilan gambar/liputan dengan penyiarannya ada tenggang waktu, sehingga ada kesempatan menyiapkan program lebih baik melalui proses editing. Dengan demikian liputan yang dilakukan adalah pengambilan materi siaran yang selanjutnya dikirim ke
editor untuk dilakukan editing program.
   Setelah rekaman program diedit dan sudah menjadi kaset video program atau dalam bentuk lain, maka pada waktu akan disiarkan kaset tersebut disiapkan di studio pengendali dan diputar kembali. Keluaran audio dan videonya disalurkan ke pesawat pemancar untuk dipancarkan melalui antena.

3. Prosedur Pengoperasian
   Yang paling utama dari prosedur pengoperasian adalah keruntutan dan kesinambungan dari program siaran. Sehingga tidak sampai ada jeda gambar
tayangan yang disiarkan ke pemirsa. Suatu hal yang tidak baik bila pemirsa disuguhi dengan frame kosong apalagi terus muncul caption yang berbunyi ” maaf siaran terganggu karena ada kesalahan teknis”. Sungguh ini akan membuat penonton tidak percaya, menilai kurang profesional dan sebagainya lalu pindah pada stasiun pemancar yang lain yang berarti meninggalkan stasiun itu. Oleh karena itu program siaran harus sudah siap sebelum waktu siaran dimulai. Untuk tayangan langsung mungkin lebih mudah karena sifatnya hanya menayangkan acara yang sedang berlangsung, sehingga tinggal membuat variasi gambar yang ditayangkan.

4.Menjaga daya bateray dan persediaan video.
    Menjaga daya bateray sangat penting dalam pelaksanaan shoting, baik shoting di luar studio maupun di dalam studio. Apalagi pada shoting yang langsung disiarkan ke publik. Apabila daya bateray tidak dijaga, maka akan terjadi drop tegangan maupun arus listriknya sehingga akan berakibat tidak mampu mensuplay energi listrik untuk keperluan peralatan elektronik camera, mic yang menyebabkan peralatan tidak bekerja normal. Hal ini akan berakibat mengganggu jalannya shoting maupun siaran TV. Oleh karena itu bateray harus di charg/disetrum sebelum kegiatan shoting dimulai sehingga
bateray telah dalam kondisi penuh/full. Di samping itu menyediakan bateray cadangan sangat dianjurkan, agar pelaksanaan shoting tidak terganggu karena bateraynya kosong. Peralatan yang menggunakan bateray diantaranya adalah camera dan mic.
    Drop bateray pada camera bisa diatasi dengan menyediakan genset, karena biasanya camera dilengkapi dengan adaptor sehingga bisa bekerja dengan sumber listrik dari genset maupun dari PLN.
   Menjaga kebutuhan kaset video juga harus mendapat perhatian, karena kekurangan stok kaset video juga akan mengganggu pelaksanaan shoting. Akan mengakibatkan tidak memiliki backup siaran ataupun dokumentasi karena tidak ada bahan untuk merekam videonya. Oleh karena itu dalam
mempersiapkan shoting jangan sampai ketinggalan menyediakan kaset video yang cukup. Sebelumnya semua kaset video harus dicek apakah tidak ada yang macet karena lengket, apakah tidak berjamur dan sebagainya. Pastikan semua peralatan dan bahan ready for use.

-Program Siaran TV-

   1. Format Program Siaran Televisi
Ditinjau dari pendekatan produksinya Format program siaran TV dapat dikategorikan menjadi dua yaitu karya artistik dan karya jurnalistik. Karya artistik adalah program TV yang diproduksi melalalui pendekatan artistik yang sangat mengutamakan keindahan. Contoh jenis program artistik adalah
sebagai berikut.
a. Pendidikan/Agama : mimbar, monolog, khotbah dan sebagainya
b. Hiburan : kuis, Video klip, drama, komedi, sinetron dan sebagainya
c. Seni dan budaya : feature
d. Iklan / public service : spot komersial, spot layanan masyarakat
e. Penerangan umum : Drama instruksional
f. IPTEK : dokumenter, kuis

   Program jurnalistik diproduksi melalui pendekatan
jurnalistik yang sangat mengutamakan kecepatan dan aktualitas informasi. Contoh jenis program jurnalistik adalah sebagai berikut.
a. Berita aktual (news bulletin) merupakan program yang sangat terikat dengan waktu siaran ( Time concern)
b. Berita non actual (news magazine) merupakan program yang tidak begitu terikat dengan waktu siaran (timeless)
c. Penjelasan masalah hangat : dialog, wawancara, diskusi panel Monolog : pidato; Siaran langsung : reportase, komentar, laporan

2. Memenuhi rasa ingin tahu
   penonton Improvisasi terbatas Isi pesan terikat kode etik Menggunakan bahasa jurnalistik Ekonomis dalam bahasa dan kata Refleksi penyajian kuat Isi pesan realitas dan faktual Jenis-jenis Program TV Terdapat berbagai program tayangan TV yang selama ini disiarkan oleh perusahaan penyiaran televisi adalah sebagai berikut.

a. Program Seni dan Budaya. Program ini termasuk karya artistik program televisi. Secara garis besar program seni dan budaya dibedakan menjadi dua yaitu program seni pertunjukan dan program seni pameran. Program seni
pertunjukan diantaranya seni musik, seni tari, pertunjukan boneka. Seni musik misalnya konser, gamelan, jazz, klasik, pergelaran musik daerah dan sebagainya.
   Seni pertunjukan dalam hal ini berkaitan seni budaya pengemasannya tidak mudah. Seorang produser harus memiliki pengetahuan tentang seluk beluk seni dan budaya yang mau disajikan. Misalnya tentang asal-usulnya, penciptanya, substansinya, dan bagian-bagian atau detail tentang seni budaya tersebut.
   Seni pameran seperti yang pernah di produksi dan ditayangkan adalah program seni arsitektur yaitu rumah kita, atau rubrik unik. Memang belum banyak digarap oleh produser karena takut rugi karena kurang menarik bagi
seponsor. Sebenarnya bila digarap dengan lebih profesional dan mungkin bisa dipadukan dengan program lainnya seperti drama, tari yang dimasuki informasi tentang seni lukis, arsitek, patung dan sebagainya akan menjadi tayangan yang menarik dan disenangi sehingga akan mendatangkan profit karena seponsor mau mendanai.

b. Program Hiburan Pop. Program ini meliputi beberapa macam program entertainment seperti lawak, musik pop, mode show, atau perpaduan ketiga-tiganya. Program ini dapat diseting di dalam studio maupun di luar studio yaitu di gedung pertunjukan atau di lapangan.
   Program hiburan lawak. Contoh program yang disenangi saat ini adalah parodi yaitu jenis lawak intelektual yang dikemas menjadi program republik mimpi.
   rogram hiburan musik. Seperti musik dangdut sudah menjadi primadona televisi. Bahkan telah dikemas format program yang mengarahkan penyanyi yang tidak biasa/ senang dengan jenis musik ini mendadak menjadi penyanyi
dangdut dengan goyang pinggulnya yang aduh hai.

c. Program Talk show. Program ini juga dikenal program wicara. Banyak format untuk mengemas program ini diantaranya adalah vox-pop, kuis, interview, diskusi panel dan sebagainya. Program ini banyak mengetengahkan
pembicaraan seseorang atau lebih tentang sesuatu yang menarik, hangat dibicarakan masyarakat, tanya jawab persoalan dengan hadiah dan sebagainya. Program uraian pendek (the talk program) didahului munculnya seorang presenter membicarakan sesuatu yang menarik untuk membuka acara. Selanjutnya uraian disampaikan oleh seorang pembicara dengan waktu yang pendek misal 2-5 menit. Dalam waktu tersebut bila hanya wajah pembicara yang muncul, maka tayangan akan menjadi monoton dan menjemukan.

d. Program vox pop / suara masyarakat. Kata vox pop berasal dari kata vox populi yang berarti suara masyarakat. Yaitu program yang mengetengahkan pendapat umum tentang suatu masalah. Program ini dapat dipisahkan antara vox pop sebagai program dengan vox pop sebagai penyelidikan.
Vox pop sebagai program, mengetengahkan serangkaian pendapat umum tentang suau masalah yang sedang dibahas dalam program kepada penonton dengan tujuan agar penonton mengetahui bermacam-macam pendapat dari berbagai orang atau kelompok sehingga dapat dikonfrontir dengan pendapatnya sendiri.

e. Program Wawancara (interview). Program ini termasuk the talk show program. Bentuk yang lain adalah diskusi panel. Dalam pelaksanaannya dapat dilaksanakan di dalam studio maupun diluar studio. Demikian pula dapat
dilaksanakan siaran secara langsung maupun tidak langsung. Agar program ini tidak membosankan perlu dipersiapkan dengan matang agar penonton juga memperoleh apa yang diharapkan.

f. Program diskusi panel. Program ini dikenal dengan talkshow diskusi. Program ini tentunya tidak akan menarik bila pengemasannya tidak baik. Akan menjadi program yang membosankan penonton karena variasi gambarnya tidak banyak ya tokoh itu saja dengan posisi yang sama duduk dan
berbicara. Hal ini bertentangan dengan prinsip program audio visual yang memerluakan kreatifitas dan variasi gambar sehingga tayangan menjadi hidup dinamis dan menarik. Oleh karena itu perlu dipersiapkan format yang luwes dan terpadu. Mungkin dapat dibuat interaktif sehingga dapat ikut dalam acara diskusi tersebut.

g. Program berita (News). Merupakan program sajian berupa fakta dan kejadian/peristiwa yang memiliki nilai berita yaitu yang unusual, factual dan esensial dan disiarkan melalui media secara periodik. Penyajian berita harus
obyektif, liputan gambar yang disajikan agar tidak membuat shock tetapi obyektivitasnya harus dipertahankan. Namun demikian subyektivitas dapat terjadi karena peliput, karena penyusunan kalimat/bahasa yang digunakan dan kebijakan stasiun penyiarnya yang memiliki kebijakan pemberitaan
(editorial policy). Kebijakan rekdaksi dapat menentukan komposisi berita (newscast).
   Berdasarkan bidang khusus menjadi berita olah raga, berita kewanitaan, dan pariwisata. Selanjutnya karakter- karakter tersebut disusun menjadi blok. Dan blok-blok ditata menjadi urutan blok yang mempertimbangkan
perhatian penonton. Penyusunan materi berita sangat bervariasi. Biasanya bagian yang aktual ditempatkan di depan baru berita penting dan disusul bagian yang kurang penting seperti tentang humanitas.

   Berita Harian. Disebut juga dengan berita hangat (hot
news) adalah berita yang segera disampaikan ke masyarakat. Memiliki corak terikat waktu, singkat dan aktual.
   Bentuk lain dari berita harian adalah hard news (berita keras). Yaitu berita yang mengandung konflik dan memberi sentuhan emosional serta melibatkan tokoh terkenal. Yang termasuk dalam berita ini adalah berita yang memiliki high political tetion, very unusual, dan controversial.
   Soft news juga bentuk lain dari berita harian. Yaituberita singkat dan penting tentang informasi kejadian. Sebagai contoh adalah program sekilas info, yang dijadwalkan setiap jam sebagai breaking news atau stop press.
   Berita berkala. Merupakan karya jurnalistik TV yang tidak terikat waktu (timeless) sehingga memiliki kemungkinan penyajian berita yang lebih lengkap dan mendalam serta ditambah kan sentuhan artistik yang membuat kemenarikan penonton. Berita berkala ini dapat berbentuk feature, dokumenter, dan magazine.

h. Program dokumenter.
   Dalam program dokumenter terkandung unsur nilai dan faktual. Faktual berarti nyata, ada dan pernah terjadi. Nilai adalah esensial dan bermakna.
Suatu dokumen dapat berwujud kertas dengan tulisan atau berkas-berkas seperti ijazah, catatan,surat penting dan juga berwujud gamber, foto,film,video dari suatu peristiwa atau kejadian dimasa lampau.
   Program dokumenter TV mengandung dua unsur
pokok yaitu gambar dan suara.
Unsur gambar terdiri dari antara lain:
1) Rangkaian kejadian : suatu peristiwa, kegiatan lembaga
2) Kepustakaan : potongan arsip, majalah atau mikrofilm
3) Pernyataan : Individu yang berbicara sadar didepan kamera
4) Wawancara : pewawancara boleh kelihatan atau tidak
5) Foto still : foto-foto bersejarah
6) Dokumen : gambar, grafik, kartun
7) Pembicaraan : diskusi, atau pembicaraan sekelompok orang
8) Layar kosong /silhouette : untuk memberi perhatian pada sound atau silhouette karena pribadi yang berbicara dibahayakan keselamatannya jadi perlu dilindungi dengan memburamkan wajah biar tidak nampak jelas.

Unsur suara antara lain sebagai berikut.

1) Narasi/Reporter : dengan narator/reporter/voice over
2) Synchronous sound : dengan suara apa adanya dalam gambar yang direlay secara tersendiri, kemudian di mix/dipersatukan.
3) Sound Effect : suara-suara suasana dan latar belakang
4) Musik/lagu : Harus diciptakan musik
5) Kosong/sepi : untuk memberi kesempatan penonton memperhatikan secara detail

i. Program Feature. Yaitu program yang membahas suatu pokok bahasan, satu tema yang diungkapkan melalui berbagai pandangan yang saling melengkapi, mengurai, menyoroti secara kritis dan disajikan dalam berbagai format. Satu feature dapat disajikan dengan merangkai beberapa format program sekaligus. Misalnya dalam format wawancara, show, vox pop, puisi, musik, sandiwara singkat/fragmen.

j. Program magazine (majalah). Program ini dikenal sebagai majalah udara. Contohnya program Apresiasi Film dan Spectrum. Seperti media cetak majalah udara terbit mingguan, bulanan, tergantung dari kemauan produser.
Dalam majalah udara juga terdapat rubrik tetap yang berisi bahasan-bahasan. Dengan demikian program ini mirip dengan feature, bedanya kalau feature hanya memuat satu bahasan yang disorot dalam berbagai format, tetapi kalau
majalah udara memuat satu bidang kehidupan seperti wanita, film, pendidikan.

k. Program Spot. Adalah program untuk mempengaruhi dan mendorong penonton TV untuk tujuan tertentu. Program ini sangat pendek hanya memiliki durasi penayangan berkisar antara 10 detik sampai 1,5 menit. Program spot merupakan program spesifik yang diciptakan untuk kepentingan tertentu, secara efektif dapat mencapai dan pesannya dipahami penonton dalam waktu yang singkat.
   Program spot memiliki keunggulan dibanding program lainnya yaitu
1) Dapat mencapai penonton yang banyak, karena tidak membutuhkan waktu perhatian yang lama
2) Penonton dapat menerima pesan sebelum berubah menjadi bosan
3) Dapat diulang beberapa kali dan mudah diingat
4) Ide yang singkat tetapi memiliki kekuatan yang besar jika dikerjakan dengan baik dan hanya memuat satu obyek
5) Mudah disisipkan diantara program sebagai selingan karena waktunya singkat.
6) Biaya pembuatan relatif murah, namun spot komersial dapat mendatangkan pemasukan dana yang besar.

   Program spot digunakan untuk kepentingan-
kepentingan sebagai berikut.
1) Memberitahukan kejadian penting yang akan disiarkan (promo)
2) Memberitahukan tempat di mana mayarakat dapat memperoleh keterangan
tentang sesuatu yang diperlukan (informasi)
3) Memberikan kritik ringan terhadap peritiwa, perbuatan, dan hal lain di masyarakat agar masyarakat menyadari hal itu (spot layanan masyarakat)
4) Meyakinkan masyarakat tentang kebenaran (religius spot) atau pandangan tertentu tentang persoalan mayarakat atau politik.

   Ciri-ciri program spot adalah sebagai berikut
1) Sering diulang-ulang penayangannya, kadang-kadangdapat mencapai penonton yang luas karena pengulangan itu
2) Sering tidak ada hubungannya dengan program lain ketika spot ditayangkan. Sering ditayangkan sebagai selingan diantara program lain
3) Tidak ada kata pembukaan dan penutup, tetapi dengan cara sederhana langsung menyampaikan pesan. Ditulis dengan gaya penulisan cepat.


l. Program Doku-drama. Merupakan kependekan dari program drama dokumenter yaitu dokumenter yang dikemas dalam bentuk drama. Suatu kejadian yang sudah lampau, faktual ada peninggalan dan bekasnya, beberapa tokohnya masih hidup didramakan kembali karena memiliki daya tarik atau kejadian tersebut memiliki nilai.
   Tampilan programnya hampir sama dengan sinetron. Perbedaannya doku-drama bertolak dari pengalaman atau kejadian nyata, shotingnya juga mengambil lokasi tempat yang sama dengan kejadian sesungguhnya.

m. Program Sinetron. Adalah program film yang diproduksi elektronik (sinema elektronik). Program ini di jaman TVRI disebut drama Televisi atau teleplay atau sandiwara televisi. Program sinetron penggarapannya hampir sama dengan film layar putih. Demikian pula penulisan dan format naskahnya. Naskah sinetron disebut juga skenario. Perbedaan dengan film layar putih, sinetron pembuatannya sudah menggunakan kamera elektronik dengan video tape recorder sebagai perekam.
 
-Referensi-

-Penutup-
   Sekian dari postingan saya kali ini apabila trdapat kesalahan atau kekurangan kata saya mohon maaf.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Jumat, 26 Oktober 2018

PRODUKSI PROGRAM TELEVISI

Oktober 26, 2018 1 Comments
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
 
-Pendahuluan-
   Halo teman-teman pengunjung blog saya, kali ini saya akan memposting tentan produksi program televisi. Selamat membaca!

-Pengertian-
   Siaran TV memiliki arti dan fungsi yang sangat penting untuk penyampaian informasi dari pemerintah maupun dari sumber-sumber yang lain untuk kepentingan nasional maupun regional. Informasi dari pemerintah berupa berita-berita pembangunan diseluruh wilayah Negara, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengetahuan dan memotivasi masyarakat untuk membangun daerahnya.    Merencanakan sebuah program TV, seorang produser professional akan dihadapkan pada lima hal sekaligus yang memerlukan pemikiran mendalam, seperti materi produksi, sarana produksi (equipment), biaya produksi (financial), organisasi produksi dan tahapan pelaksanaan produksi.

-Latar Belakang-
   Dengan kemajuan teknologi di bidang elektronika komunikasi dan komputer sangat mendukung kemajuan dalam teknologi informasi. Sehingga kebutuhan akan informasi dalam kehidupan modern seperti saat ini dapat terpenuhi dengan pemanfaatan produk teknologi informasi. Produk-produk tersebut seperti : telex, facsimile, telepon, radio, televisi, jaringan komputer atau internet dan satelit.
   Televisi sebagai bagian dari kebudayaan audio-visual merupakan media paling berpengaruh dalam membentuk sikap dan kepribadian masyarakat secara luas. Hal ini disebabkan oleh satelit dan pesatnya perkembangan jaringan televisi yang menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil. Kultur yang dibawa televisi dengan sendirinya mulai tumbuh di masyarakat.

Kamis, 25 Oktober 2018

TEKNIK PRODUKSI PENYIARAN | BAGIAN 4

Oktober 25, 2018 1 Comments
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
-Pendahuluan-
   Halo teman-teman pengunjung blog saya, berjumpa lagi di blog saya yag apa adanya ini, kali ini saya akan memposting tentang lanjutan dari postingan saya yang sebelum ini. Selamat membaca teman-teman semua! 

-Pengertian-
   Penyiaran radio adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio (sinyal radio) yang berbentuk gelombang elektromagnetik yang merambat melalui udara, kabel dan atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersama oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran.
   Fungsi siaran radio adalah menyampaikan informasi dari stasiun pemancar ke seluruh stasiun penerima dengan transmisi tanpa kabel (wireless). 

-Latar Belakang-
    Keberadaan radio berawal dari penemuan James C. Maxwell mengenai teori gelombang elektromagnet yang kemudian direalisasikan oleh Henrich Hertz pada 1887. Kemudian Marconi menemukan metode transmisi suara tanpa kabel dan dilanjutkan dengan penyempurnaan eksperimen tentang berbagai susunan transmisi tanpa kabel oleh Nicola Tesla. Kemudian David Sarnoff mengemukakan ide tentang bagaimana jika stasiun penerima dibuat secara massal sehingga dapat dijadikan sebagai peralatan rumah tangga seperti halnya piano atau phonograph yang dapat menghadirkan musik ke dalam rumah secara wireless.
 
-Maksud dan Tujuan-      
   Agar dalam penyampaian informasi, anda semua diharapkan mampu menyerap dan menganalisis teknik-teknik serta tata urutan yang ada dalam produksi penyiaran.
 
-Pembahasan-
    
Seperti yang sudah saya bagikan di artikel sebelumnya, dalam penyiaran radio itu terdapat beberapa hal yang harus kita susun diantaranya ada Materi Penyiaran, Penjadwalan Penyiaran, Produksi, dan juga naskah penyiaran.
    Nah sekarang saya akan melanjutkan pembahasan kita.


Teknik Rekaman Audio

   Merekam adalah kegiatan mendokumentasikan informasi kedalam suatu media tertentu (kaset, CD) kemudian informasi ini dapat kita perdengarkan kembali untuk tujuan tertentu. Jenis audio yang direkam meliputi musik, sandiwara radio, wawancara, dsb. Hal – hal yang perlu dicermati saat siaran
adalah: soundproof studio rekaman yang baik, hasil rekaman bebas noise, artikulasi jelas,intonasi, keindahan, pengaturan microphone, sound effect yang sesuai, dan sebagainya.

Teknik Editing Audio

   Editing audio biasanya dilakukan dengan cara mengambil dialog yang diperlukan untuk disiarkan. Setelah semua dialog yang dibutuhkan sudah diedit berikutnya diberi sound effect, hal ini diperlukan untuk mengatasi latar belakang suara yang patah-patah sebagai hasil editing. Secara umum sound effect meliputi :
Background Sound, misalnya suara angin, air, burung, dsb agar mampu memberi kesan tertentu bagi pendengar.
Hard Effect, meliputi suara keras, misal : ledakan gunung, tabrakan mobil, buka/tutup pintu, ledakan senjata, dsb. Biasanya suara-suara seperti ini sudah ada di sound library atau keyboard.
Folley, yaitu merekayasa suara dengan cara tertentu sehingga menyerupai suara yang diinginkan, misal suara langkah kaki.
Musik Illustrasi, biasanya direkam dulu di studio baru disinkronkan dengan yang lain saat editing. Ada juga yang direkam langsung saat adegan / dialog.
   
 Mixing

   Mixing adalah proses dimana mencampur masing-masing track hasil rekaman sehingga dihasilkan satu produk rekaman. Misal sebuah lagu dimana suara vokal, suara keyboard, suara gitar, suara drum, suara bass masing-masing direkam dalam waktu yang berbeda ke dalam media yang berbeda juga tentunya kemudian dilakukan proses penggabungan, proses ini yang disebut dengan proses mixing.

Produksi MP3

   Mengingat bahwa saat ini teknologi komputer telah merambah ke berbagai bidang tidak terkecuali bidang radio broadcasting maka untuk menyimpan file rekaman (lagu, iklan, dsb) tidak lagi melulu dalam bentuk kaset akan tetapi lebih banyak dalam bentuk file yang sudah dimampatkan dan diberi nama mp3. Proses pembuatannya bisa dilakukan dengan mengubah file audio analog yang dimasukan ke input sound card komputer kemudian akan dikonversi ke dalam file mp3.

Perpustakaan Audio/Discotique

1. Program
   Program-program yang telah/pernah disiarkan sangat penting untuk disimpan dan diadministrasikan dengan baik dan tertib. Hal ini sangat berguna bagi stasiun radio pemancar untuk digunanakan sebagai arsip dan sebagai bahan pengembangan untuk dikemas menjadi program siaran yang baru.

2. Audio Music
   Penyiaran radio paling banyak menyiarkan acara hiburan jenis musik. Oleh karena itu stasiun radio harus memiliki persediaan segala jenis musik, lagu mulai dari yang lama sampai dengan yang baru.

3. Sound effect
   Sound efek sangat diperlukan untuk pendukung produksi. Oleh karena itu perpustakaan juga perlu memiliki segala macam sound efek untuk menyediakan kebutuhan produksi program.

-Kesimpulan-
   Dalam penyiaran radio, selain kita harus menyusun Materi Siaran dan Penjadwalan Siaran, kita dituntut untuk menyusun rencana produksi program penyiaran, menyiapkan bahan produksi, membuat naskah program radio, teknik rekaman, teknik editing, mixing, dan produksi mp3. Serta kita haru menyusun juga yang namanya perpustakaan audio.
 
-Referensi-
kelas_smk_tek-penyiaran-dan-prod-program-jilid1_sri.pdf
 
-Penutup-
   Sekian dari postingan saya kali ini, apabila terdapat kesalahan atau kekurangan kata saya mohon maaf,
 
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
 



Rabu, 24 Oktober 2018

TEKNIK PRODUKSI PENYIARAN | BAGIAN 3

Oktober 24, 2018 1 Comments
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
-Pendahuluan-
   Halo teman-teman pengunjung blog saya, berjumpa lagi di blog saya yang apa adanya, kali ini saya akan memposting tentang teknik produksi penyiaran bagian 3 yang merupakan lanjutan dari postingan yang sebelumnya.

-Pengertian-
   Penyiaran radio adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio (sinyal radio) yang berbentuk gelombang elektromagnetik yang merambat melalui udara, kabel dan atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersama oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran.
   Fungsi siaran radio adalah menyampaikan informasi dari stasiun pemancar ke seluruh stasiun penerima dengan transmisi tanpa kabel (wireless). 

-Latar Belakang-
    Keberadaan radio berawal dari penemuan James C. Maxwell mengenai teori gelombang elektromagnet yang kemudian direalisasikan oleh Henrich Hertz pada 1887. Kemudian Marconi menemukan metode transmisi suara tanpa kabel dan dilanjutkan dengan penyempurnaan eksperimen tentang berbagai susunan transmisi tanpa kabel oleh Nicola Tesla. Kemudian David Sarnoff mengemukakan ide tentang bagaimana jika stasiun penerima dibuat secara massal sehingga dapat dijadikan sebagai peralatan rumah tangga seperti halnya piano atau phonograph yang dapat menghadirkan musik ke dalam rumah secara wireless.
-Maksud dan Tujuan-      
   Agar dalam penyampaian informasi, anda semua diharapkan mampu menyerap dan menganalisis teknik-teknik serta tata urutan yang ada dalam produksi penyiaran.
-Pembahasan-
   Seperti yang sudah saya bagikan di artikel sebelumnya, dalam penyiaran radio itu terdapat beberapa hal yang harus kita susun diantaranya ada Materi Penyiaran dan juga Penjadwalan Penyiaran.

    Nah sekarang saya akan melanjutkan pembahasan kita.
Produksi Program Siaran Radio

1. Peralatan dan Bahan Produksi Audio
   Microphone adalah alat bantu yang merubah getaran suara menjadi getaran listrik. Microphone merupakan input utama dari peralatan audio, karena peka terhadap getaran suara maka tata letaknya menjadi perhatian khusus agar suara- suara yang tidak diperlukan tidak masuk ke dalam microphone dan mengganggu suara yang kita perlukan. Berdasarkan pada media perambatannya maka microphone dibagi menjadi 2, yaitu : wiring mic (menggunakan kabel) dan wireless mic (tanpa kabel).
   Berdasarkan pada arah penangkapannya microphone dibagi menjadi 3, yaitu :
a. Uni Direct (satu arah)
   Microphone yang wilayah penangkapan suaranya hanya dari arah di depannya saja. Cirinya adalah bentuknya ramping, dipergunakan untuk wawancara agar dari arah depan saja yang tertangkap suaranya.

b. Omni Direct (segala arah)
   Microphone yang wilayah penangkapan suaranya dari segala arah. Cirinya adalah bentuknya tidak terlalu ramping, sensitivitasnya rendah dan biasanya digunakan untuk membuat general sound.

c. Bi Direct (2 arah)
   Microphone yang wilayah penangkapan suaranya dari 2 arah. Cirinya adalah sensitivitasnya rendah, dipergunakan untuk membuat rekaman live agar dapat menangkap suara dari arah depan dan belakang.
   Berdasarkan pada typenya microphone dibagi menjadi 3, yaitu :
a. Dynamic Microphone, adalah microphone yang menggunakan prinsip kerja induksi. Getaran suara menggerakan membran/diafragma, getaran yang dihasilkan membran menggerakan moving coil yang berada dalam medan magnet sehingga akan menyebabkan timbulnya arus listrik. Dynamic microphone memiliki ciri : tidak memerlukan catudaya, berat (karena ada trafo), Respon Frekuensi lebih rendah dibanding Microphone Condensor dan dapat menangkap suara dari instrumen yang keras (drum, trompet, dsb).
b. Carbon Microphone, adalah microphone yang menggunakan prinsip kerja nilai hambatan/resistor (berbahan arang) yang berubah-ubah. Carbon Microphone memiliki ciri : catu daya besar, berat (karena ada trafo), Respon
Frekuensi lebih rendah dibanding Dynamic Microphone, contohnya adalah telepon rumah.
c. Condensor Microphone, adalah microphone yang menggunakan prinsip kerja condensator. Getaran suara. Condensor Microphone memiliki ciri : perlu catu daya, Respon Frekuensinya flat, sensitivitas tinggi, noise rendah, membutuhkan pre-amp untuk mencocokkan impedansi capsul condensor dengan low impedance input.
   Berdasarkan pada tata letak yang disesuaikan dengan fungsinya secara garis besar terdapat 3 jenis, yaitu :
a. Mikrofon untuk announcer, sebaiknya digunakan Condensor Microphone dengan pola tangkapan uni directional. Diletakkan kira-kira 15-30 cm di depan mulut. Perlu diperhatikan keras atau pelan sumber suara dibandingkan dengan kondisi akustik ruang dan gangguan sekitar.
b. Mikrofon untuk dialog, 1 mic untuk untuk 2 pembicara yang berdampingan akan berakibat keduanya harus duduk merapat selain itu jika volume suara keduanya tidak sama akan membuat operator kesulitan mengaturnya.
c. Mikrofon untuk drama, 1 mic untuk 2 pemain (biasanya bi directional atau omni directional). Supaya mic tidak terlihat oelh penonton digunakan Gun Microphone dengan pola patern super cardioid.
   Disamping micropon peralatan produksi audio diantaranya alat sumber audio yang akan direkam, mixer, equalizer, amplifier, headpoe/speaker, audio tape recorder (multi trax) atau komputer.
Bahan Produksi Audio, adalah bahan yang digunakan untuk menyimpan audio yaitu pita tape dalam bentuk roll atau kaset audio blank. Sedangkan bahan lain sebagai perlengkapan pendukung seperti bateray untuk mic dan untuk peralatan lainnya. Dan sebagainya.
Membuat naskah program Radio
   Naskah dalam pengertian ini adalah hasil karya pengarang yang dituangkan ke dalam tulisan kemudian disajikan dalam bentuk program. Hal yang perlu diperhatikan dalam naskah adalah :
Identitas Naskah, hal ini sangat penting karena berisi informasi mengenai jenis program, proses produksi, sound effect yang dubutuhkan.
Nomor Urutan Dialog Antar Pemain, akan sangat berguna saat proses produksi karena jika terjadi kesalahan (kesalahan baca, kesalahan rekam) proses pengulangan akan dapat diketahui mulai dari mana dan berakhir di mana.
Penulisan, gunakan huruf kecil kalimat yang disuarakan dan gunakan huruf kapital untuk keterangan atau perintah. Gunakan pula tanda baca dengan menggunakan garis miring / untuk koma, // untuk titik koma dan /// untuk titik pada bagian yang harus dibaca atau disuarakan. Gunakan sistem penulisan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
-Kesimpulan-
   Dalam penyiaran radio, selain kita harus menyusun Materi Siaran dan Penjadwalan Siaran, kita dituntut untuk menyusun rencana produksi program penyiaran, menyiapkan bahan produksi, dan juga membuat naska program radio.
-Referensi-
kelas_smk_tek-penyiaran-dan-prod-program-jilid1_sri.pdf
-Penutup-
   Sekian dulu dari postingan saya kali ini, sampai jumpa di postingan blog saya selanjutnya, apabila terdapat kesalahan atau kekurangan saya mohon maaf karena kesempurnaan hanya milik Allah. Semoga blog ini bisa bermanfaat untuk kita semua.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.





Selasa, 23 Oktober 2018

WORKSHOP DATACENTER DEVELOPMENT & BEDAH BUKU BERSAMA PAK NATHAN

Oktober 23, 2018 1 Comments
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
-Pendahuluan-
Halo pengunjung blog saya, kali ini saya akan memposting tentang kegiatan workshop datacenter yang saya ikuti pada hari ini, Selasa, 23 Oktober 2018 yang materinya diisi oleh Pak Nathan Gusti Ryan dari XP Solution.

-Latar Belakang-
Perkembangan teknologi informasi tidak bisa dipisahkan dari perkembangan teknologi dan infrastruktur server. Sedangkan infrastruktur Server System sendiri tidak lepas dari Standart DataCenter yang layak, memadai serta mengacu kepada standarisasi DataCenter Internasional.
Banyak orang yang menganggap bahwa membangun DataCenter atau membangun Ruang server itu mudah. Namun pada kenyataannya masih banyak yang SALAH dalam membangun DataCenter mereka karena umumnya mereka hanya berbekal Googling saja tanpa memahami standart DataCenter yang sebenarnya. Bahkan ada salah satu DataCenter pemerintahan yang mana mereka klaim sebagai DataCenter yang terbaik dilingkungan pemerintah se-propinsi. Betul. DataCenter ini merupakan DataCenter yang terbaik dipropinsi tersebut. Namun… masih banyak standart DataCenter yang tidak diterapkan, bahkan installasi AC saja masih salah.
-Maksud dan Tujuan-
Memberikan penjelasan bagaimana membangun data center sesuai standart yang sudah ditetapkan
-Waktu Pelaksanaan-
09.00-17.00

-Pembahasan-
Pada awal acara dibuka oleh mbah suro selaku owner dari BLC Telkom Klaten. Beliau mengisi materi tentang kondisi pendidikan SMK di Indonesia saat ini yang mengenaskan. Menurut beliau, sistem yang ada di sekolah pada saat ini merupakan sistem yang salah.

Kemudian setelah mbah suro selesai,dilanjutkan dengan pak nathan sendiri selaku pengisi materi. Diawali dengan perkenalan diri, kemudian beliau menceritakan tentang perjalanan karirnya sebelum diminta perusahaan untuk membuat ruang server dan datacenter.

Beliau juga menceritakan tentang disaat ingin membangun datacenter, karena sebelumnya belum pernah membuat, akhirnya dicarilah berbagai sumber di google. Namun ternyata sumbernya tidak lengkap dan kurang memuaskan. Akhirnya beliau pun memilih untuk melihat langsung ke ruang server dan datacenter dari perusahaan yang lain untuk mencari pengalaman dari perusahaan luar negeri maupun dalam negeri. Kemudian barulah beliau membangun datacenterdi perusahaan tempatnya bekerja.

Setelah itu beliau pun memiliki inisiatif untuk membuat buku membangun datacenter dan ruang server itu dikarenakan keterbatasannya sumber tentang hal tersebut.

Pada saat itu juga ada dijelaskan bahwa sebelum membangun datacenter juga diperlukan untuk memperhatikan letak lokasi gedung dan ruangan. Dimana bahwa ruang datacenter itu tidak boleh berada di daerah yang rawan bencana alam, terjangkau koneksi internet, dan tidak bisa dijangkau banjir.

Kemudian, datacenter juga memerlukan sumber daya listrik cadangan seperti genset, nah, genset itu sendiri tidak boleh diletakkan di lantai dasar, kenapa? karena ditakutkan genset akan tenggelam oleh banjir. Karena kebanyakan perusahaan meletakkan genset di lantai paling dasar.

Dan juga, komponen-komponen di ruang server perlu untuk memiliki redundant. Maksudnya redundant  itu adalah harus mempunyai cadangan satu lagi. Karena ditakutkan jika tidak mempunyai cadangan satu lagi, maka jika satu komponen itu bermasalah seperti tidak bisa menyala, pastinya rugi untuk perusahaan.

Kemudian di buku tersebut juga ada komponen-komponen yang digunakan untuk membangun ruang server, dan ukuran ruang server itu seperti apa contohnya.

Nah, berikut ini adalah beberapa foto dokumentasi ketika workshop dan sesudahnya.












-Kesimpulan-
Untuk membangun Data Center juga membutuhkan pengalaman yang banyak juga dan setiap alat" nya juga harus mempunyai cadangan alatnya karena untuk berjaga " jika satu alat mati maka alat kedua akan hidup .
-Referensi-
Buku Best Practice Membangun DataCenter & Ruang Server Untuk Perusahaan, Government dan UKM oleh Pak Nathan Gusti Ryan.

-Penutup-
Sekian dari postingan saya kali ini, apabila terdapat kesalahan atau kekurangan saya mohon maaf.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Senin, 22 Oktober 2018

TEKNIK PRODUKSI PENYIARAN | BAGIAN 2

Oktober 22, 2018 1 Comments
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
 

-Pendahuluan-
   Halo teman-teman pengunjung blog saya, berjumpa lagi di blog sederhana saya, kali ini saya akan memposting tentang teknik produksi penyiaran bagian 2 yang merupakan lanjutan dari postingan sebelum ini.

-Pengertian-
   Penyiaran radio adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio (sinyal radio) yang berbentuk gelombang elektromagnetik yang merambat melalui udara, kabel dan atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersama oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran.
   Fungsi siaran radio adalah menyampaikan informasi dari stasiun pemancar ke seluruh stasiun penerima dengan transmisi tanpa kabel (wireless). 

-Latar Belakang-
   Keberadaan radio berawal dari penemuan James C. Maxwell mengenai teori gelombang elektromagnet yang kemudian direalisasikan oleh Henrich Hertz pada 1887. Kemudian Marconi menemukan metode transmisi suara tanpa kabel dan dilanjutkan dengan penyempurnaan eksperimen tentang berbagai susunan transmisi tanpa kabel oleh Nicola Tesla. Kemudian David Sarnoff mengemukakan ide tentang bagaimana jika stasiun penerima dibuat secara massal sehingga dapat dijadikan sebagai peralatan rumah tangga seperti halnya piano atau phonograph yang dapat menghadirkan musik ke dalam rumah secara wireless.

-Maksud dan Tujuan-      
   Agar dalam penyampaian informasi, anda semua diharapkan mampu menyerap dan menganalisis teknik-teknik serta tata urutan yang ada dalam produksi penyiaran.

-Pembahasan-
    Seperti yang sudah saya bagikan di artikel sebelumnya, dalam penyiaran radio itu terdapat beberapa teknik yaitu Siaran Langsung dan juga Siaran tidak langsung atau siaran tunda.
    Nah sekarang kita langsung saja menuju ke pembahasan kita.
    Pada teknik penyiaran, ada yang yang harus kita ketahu, diantaranya:
Materi Program Siaran Radio
1. Merancang Format Program Siaran Radio Berdasarkan pada teknik siarannya ada 2 macam teknik siaran, yaitu : Teknik Ad Libitum dan Teknik Script Reading. Berdasarkan pada teknik siaran tersebut bisa ditentukan
format program siaran. Pada teknik Ad Libitum, yaitu siaran tanpa naskah dimana penyiar berbicara santai, tanpa tekanan dan beban maka perlu dibuat format siaran supaya tidak ngelantur. Format ini harus dipatuhi oleh penyiar, misal lama bicara maksimum 5 menit, perbandingan musik dan bicara 2 :
1, informasi yang diangkat mengenai teknologi maka format ini harus dijadikan pegangan penyiar supaya sesuai dengan program siaran. Biasanya untuk memudahkan penyiar membaca format program siaran dibuat dalam format Clock, yaitu dalam bentuk jam dimana persentasenya diwakili dengan bagian-bagian sudut lingkaran jam. 

   Pada Teknik siaran Script Reading, yaitu siaran dengan cara membaca naskah karena biasanya naskah sudah diukur durasinya maka format program siarannya tidak perlu lagi harus ditulis detil, penyiar tinggal baca naskah di situ sudah sudah ditulis kapan mesti berhenti untuk lagu atau iklan.
2. Jenis-jenis Program Siaran Radio Secara garis besar Program Siaran radio terdiri dari Music Program, Talkshow dan News Program. Meski demikian pada
prakteknya suatu program siaran biasanya merupakan kombinasi (mix) dari 2 atau 3 jenis siaran tersebut.

   Music Program – Program yang menyiarkan musik untuk menghibur pendengar. Biasanya dibuat format sesuai jenis musiknya dan jarang sekali dicampur untuk berbagai jenis musik. Misalnya siaran khusus untuk musik keroncong, pop, jass, dangdut, campursari, barat, Indonesia dan sebagainya.
   Talkshow – Dialog interaktif atau wawancara langsung (live interview) di studio dengan narasumber, atau melalui telepon. Dalam ini telah dikembangkan menjadi program diskusi interaktif yang melibatkan narasumber dan peserta baik yang ada di dalam studio maupun pemirsa di rumah.
   Program News terdiri dari: Buletin (Paket berita) – Berisi rangkaian berita-berita terkini (copy, straight news) –bidang ekonomi, politik, sosial, olahraga, dan sebagainya; lokal, regional, nasional, ataupun internasional. Durasi 30 menit atau lebih.Durasi bisa lebih lama jika diselingi lagu dan “basa-basi” siaran seperti biasa.
   News Insert – insert berita. Berisi informasi aktual berupa Straight News atau Voicer. Durasi 2 - 5 menit tergantung panjang-pendek dan banyak-tidaknya berita yang disajikan. Biasanya disajikan setiap jam tertentu.
   Majalah Udara — Berisi straight news, wawancara, dialog interaktif, feature pendek, dokumenter, dan sebagainya.

Merencanakan Jadwal Siaran
1. Program Harian
   Untuk mengoperasikan sebuah stasiun setiap hari maka biasanya dibuat program acara harian, dimana crew sudah menyiapkan nama acara berikut slot iklan dan lagu jika diperlukan. Berikut ini contoh program harian sebuah stasiun radio.
2. Program Mingguan
   Program mingguan adalah program siaran yang harus dijalankan rutin tiap minggu, wujud penjabarannya dilakukan pada program harian.
3. Jadwal Siaran Radio
   Jadwal siaran mirip dengan program harian (contoh di atas), biasanya lebih spesifik ditujukan kepada crew yang harus siap untuk suatu jam tertentu.
-Kesimpulan-
    Dalam penyiaran radio, ada banyak hal yang harus kita tentukan, diantaranya ada Materi Siaran dan Penjadwalan Siaran.
-Referensi-
   kelas_smk_tek-penyiaran-dan-prod-program-jilid1_sri.pdf
-Penutup-
   Sekian dari postingan saya kali ini, sampai jumpa lagi di postingan saya yang selanjutnya, apabila terdapat kesalahan atau kekurangan kata saya mohon maaf,
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Sabtu, 20 Oktober 2018

TEKNIK PRODUKSI PENYIARAN | BAGIAN 1

Oktober 20, 2018 1 Comments
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
-Pendahuluan-
   Halo teman-teman pengunjung blog saya. Berjumpa lagi di blog saya yang apa adanya ini. Kali ini saya akan memposting tentang teknik produksi penyiaran radio bagian pertama yang merupakan sambungan dari artikel sebelumnya yaitu Produksi Penyiaran Radio.

-Pengertian-
   Penyiaran radio adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio (sinyal radio) yang berbentuk gelombang elektromagnetik yang merambat melalui udara, kabel dan atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersama oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran.
   Fungsi siaran radio adalah menyampaikan informasi dari stasiun pemancar ke seluruh stasiun penerima dengan transmisi tanpa kabel (wireless). 

-Latar Belakang-

   Keberadaan radio berawal dari penemuan James C. Maxwell mengenai teori gelombang elektromagnet yang kemudian direalisasikan oleh Henrich Hertz pada 1887. Kemudian Marconi menemukan metode transmisi suara tanpa kabel dan dilanjutkan dengan penyempurnaan eksperimen tentang berbagai susunan transmisi tanpa kabel oleh Nicola Tesla. Kemudian David Sarnoff mengemukakan ide tentang bagaimana jika stasiun penerima dibuat secara massal sehingga dapat dijadikan sebagai peralatan rumah tangga seperti halnya piano atau phonograph yang dapat menghadirkan musik ke dalam rumah secara wireless.

-Maksud & Tujuan-
   Agar dalam penyampaian informasi, anda semua diharapkan mampu menyerap dan menganalisis teknik-teknik serta tata urutan yang ada dalam produksi penyiaran.

-Pembahasan-
-Teknik Penyiaran Radio-
1. Siaran Langsung
   Siaran langsung atau Live adalah siaran yang proses produksi sampai dengan pemancaran dilakukan pada saat itu juga (real time). Contoh : upacara peringatan kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus, siaran pandangan mata pertandingan sepakbola Indonesia vs Arab Saudi, siaran langsung panggung
musik dari Ancol dengan bintang terkenal, dsb. Siaran langsung dapat diselenggarakan di dalam studio atau di luar studio, tergantung dari acara yang akan disiarkan secara langsung tersebut berada di mana. Misalnya acara tersebut adalah upacara pengibaran bendera tgl 17 Agustus yang diadakan di halaman istana negara, maka crew radio akan memasang studio mini di sana. Artinya peralatan audio yang dibutuhkan dibawa di istana negara termasuk pesawat pemancar untuk mengirim sinyal acara ke stasiun induk untuk disebarluaskan ke seluruh wilayah jangkauan pemancar.
   Pada siaran langsung peralatan yang dibawa minimal adalah mic, mixer audio, amplifier, alat perekam tape recorder/kaset recorder, Kaset player dan pesawat pemancar lengkap dengan antenenya. Peralatan pendukung seperti kabel power kabel audio dan genset. Crew secara minimal harus ada reporter yang melaporkan pandangan matanya satu atau dua orang, operator dan tenaga teknik.
2. Siaran Tidak Langsung
   Siaran tidak langsung adalah siaran yang proses produksi dilakukan dahulu baru kemudian pada waktu berikutnya disiarkan. Jadi proses produksinya dilakukan di studio rekaman sehingga dihasilkan produk penyimpan audio, bisa berupa kaset atau mp3 atau naskah yang harus dibacakan oleh penyiar.
   Untuk siaran yang tidak langsung, peralatan yang tidak dibawa hanya pesawat pemancarnya karena akan disiarkan lain waktu. Seperti proses siaran langsung tetapi hanya direkam pada tape recorder. Hasil rekamannya dibawa ke studio untuk disempurnakan dan penyiarannya dengan cara memutar
kembali tape hasil rekaman dan output tape recordernya disalurkan ke pemancar untuk dipancarkan secara luas. Program ini disebut siaran ulang/tunda.
3. Menggunakan sistem peralatan audio
   Kualitas audio yang tinggi merupakan tujuan dan harapan dari sistem peralatan audio, sehingga penggunaan yang baik dari sistem peralatan audio dituntut untuk menghasilkan kualitas audio yang baik. Audio yang berkualitas baik adalah audio yang memiliki power yang cukup, warna suara yang baik, keharmonisan antara nada bass dan treble, dinamis, intonasi dan artikulasi jelas, tidak mengandung derau/noise dan sebagainya. Oleh karena itu perlu digunakan peralatan yang berkualitas baik juga, disamping penggunaan peralatan yang memiliki impedansi matching. Misalnya antara mic dengan amplifier harus match impedansinya, sehingga dapat menghasilkan produk audio yang maksimun tanpa hambatan.
   Disamping peralatan kadang-kadang kesalahan timbul dari pengguna yaitu operator dan obyek/penyiar. Menggunakan mic misalnya, harus mengetahui karaktristik setiap jenis mic yang digunakan. Jarak antara mic dengan mulut, arah mic terhadap mulut akan sangat berarti dalam pengaturan sinyal
audio yang dapat ditangkap oleh mic. Sinyal audio ini menjadi masukan amplifier, selanjutnya diolah nada tinggi, medium dan bassnyaa melalui equaliser dan diperkuat sehingga memiliki power yang cukup untuk menggerakkan speaker.
   Hasil audio dari amplifier disalurkan ke speaker dan atau ke tape recorder untuk direkam pada pita tape. Pada studio menggunakan pitatape paling tidak terdiri dari 8 - 16 track/jalur. Pada perekaman musik track-track tersebut digunakan oleh setiap alat music satu jalur dan satu jalur untuk penyanyi /vocal. Hal ini akan sangat menguntungkan, karena kesalahan pada satu alat musik tidak harus rekaman ulangan semua; tetapi hanya alat yang salah itu saja. Biasanya pada rekaman music, music direkam terlebih dahulu. Setelah rekaman musicnya benar baru penyanyi vokalnya direkam bersamaan mendengarkan playback musik yang telah direkam lebih dulu.
   Untuk menggabungkan materi rekaman audio pada setiap track dengan kerangka/frame perlu dilakukan secara cermat. Yang harus diperhatikan adalah patokan waktu. Counter dari recarder akan membantu dengan menggunakan resett to zero pada saat record mulai on dan dalam hitungan ke 5 musik on.
   Agar supaya kulitas produksi audio bisa dijaga, maka sistem peralatannya harus dirawat dengan baik. Dijaga dari debu, suhu tinggi, kelembabam udara. Hal ini berarti peralatan harus selalu bersih bebas dari debu, diletakkan pada ruang ber AC, dan setiap hari dihidupkan agar komponen elektronisnya tidak
lembab. Disamping itu perawatan bateray, membersihkan Head, roller pada tape recorder harus menjadi kegiatan sehari-hari.
-Kesimpulan-
   Dalam penyiaran radio, terdapat dua tekni yang pada umumnya sering dilakukan. Yaitu Siaran langsung atau live dan juga siaran tidak langsung atau siaran tunda.
-Referensi-
kelas_smk_tek-penyiaran-dan-prod-program-jilid1_sri.pdf
http://alvinblcklaten.blogspot.com/2017/01/teknik-produksi-penyiaran-radio-part-1.html
-Penutup-
Sekian dari postingan saya kali ini apabila terdapat kesalahan atau kekurangan saya mohon maaf. Sampai jumpa di postingan blog saya yang selanjutnya,

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Jumat, 19 Oktober 2018

PRODUKSI PENYIARAN RADIO

Oktober 19, 2018 1 Comments
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
-Pendahuluan-
   Halo teman-teman pengunjung blog saya, kali ini saya akan memposting tentang penyiaran radio. Membicarakan tentang penyiaran radio, pasti didalam benak kita hanyalah berbicara di studio dan kemudian akan di pancarkan melalui pemancar gelombang radio dan hanya didengarkan saja. Namun faktanya bukan hanya itu. Oleh sebab itu, saya akan membagikannya di psotingan ini.
 
-Pengertian-
   Penyiaran radio adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio (sinyal radio) yang berbentuk gelombang elektromagnetik yang merambat melalui udara, kabel dan atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersama oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran.
   Fungsi siaran radio adalah menyampaikan informasi dari stasiun pemancar ke seluruh stasiun penerima dengan transmisi tanpa kabel (wireless).
 
-Latar Belakang-
   Keberadaan radio berawal dari penemuan James C. Maxwell mengenai teori gelombang elektromagnet yang kemudian direalisasikan oleh Henrich Hertz pada 1887. Kemudian Marconi menemukan metode transmisi suara tanpa kabel dan dilanjutkan dengan penyempurnaan eksperimen tentang berbagai susunan transmisi tanpa kabel oleh Nicola Tesla. Kemudian David Sarnoff mengemukakan ide tentang bagaimana jika stasiun penerima dibuat secara massal sehingga dapat dijadikan sebagai peralatan rumah tangga seperti halnya piano atau phonograph yang dapat menghadirkan musik ke dalam rumah secara wireless.
 
-Maksud dan Tujuan-
  Agar dalam penyampaian informasi, anda semua diharapkan mampu menyerap dan menganalisis tata urutan yang ada dalam produksi penyiaran.
 
-Pembahasan-
   Nah biasanya, siaran radio ini sangat identik dengan yang namanyan musik.
pada saat sekarang ini banyak sekali acara-acara pada siaran radio banyak sekali di isi dengan acara-acara musik, request lagu dan lain-lain.
   Namun selain identik dengan musik, radio ini juga memiliki beberapa karakter yang harus kita ketahui, diantaranya:
Auditif, yaitu apapun yang ingin disampaikan lewat radio harus dalam bentuk suara, selain itu tidak bisa. Berdasarkan pada karakter ini maka kualitas suara sangat diperhatikan oleh para pengelola radio, utamanya bagian produksi yang tugas utamanya memproduksi lagu, spot iklan, promo program atau apapun yang akan diputar di ruang siaran suaranya harus jernih dan enak didengar.
Theatre of Mind, menciptakan gambar dalam imajinasi atau khayalan pendengar. Jadi penyiar harus mampu memaparkan sesuatu yang ingin disampaikan kepada pendengar secara detil supaya imajinasi pendengar sama dengan tujuan yang ingin dicapai penyiar. Misalnya penyiar menyampaikan siaran langsung pertandingan sepakbola maka apa yang diucapkan penyiar harus mampu menggambarkan betapa pertandingan berlangsung sangat
seru misalnya dengan menggunakan intonasi tinggi dan tempo cepat, tentu berbeda dengan saat menyiarkan talkshow mengenai musik.
Transmisi, proses penyebarannya atau penyampaian kepada pendengar melalui pemancaran (transmisi) lalu diterima oleh radio masing-masing sesuai dengan frekuensi masing-masing.
-Jenis Informasi Pada Siaran Radio-
   Jenis informasi yang disampaikan melalui media radio terdiri dari berbagai macam jenis program akan tetapi secara umum program radio terdiri dari :
Music Program, ini program utama radio manapun kecuali radio khusus berita. Biasanya berisi pemutaran lagu pilihan pendengar diselingi info ringan atau kuis, seusai pemutaran lagu biasanya diselingi juga komentar tentang lagu tersebut.
Talkshow, biasanya mendatangkan nara sumber atau bintang tamu untuk bincang-bincang tentang sebuah tema atau topik hangat.
News Program, disebut juga acara berita.
-Stasiun Pemancar Radio-
1. Studio Pemancar Radio
   Salah satu komponen penting pada stasiun pemancar radio adalah antene pemancar dan saluran transmisinya. Saluran transmisi (transmission line) adalah sarana untuk menghantarkan tenaga listrik yang berasal dari sumber (pesawat pemancar) ke beban (antene pemancar), dimana letak beban berjauhan. Selain untuk menghubungkan antara pemancar dan antene, saluran transmisi juga dipergunakan untuk saluran ukur dalam pengukuran VHF/UHF dan sebagai trafo penjodoh (matching transformer). Saluran transmisi disebut juga saluran pancar atau saluran pengumpan (feeder line).
   Rangkaian ekuivalen saluran transmisi, L adalah induktansi yang disebabkan oleh bocoran medan magnet, R adalah resistansi yang terbentuk karena hambatan kawat, C adalah kapasintansi yang disebabkan oleh bocoran medan
magnet, dan G adalah konduktansi yang terbentuk karena bocoran arus antara kedua penghantar.
   Sebuah pemancar memberikan tenaga listrik ke antene melalui saluran transmisi. Gelombang yang berasal dari pemancar menuju antene disebut gelombang datang (incident wave). Jika impedansi karakteristik saluran transmisi tidak jodoh dengan impedansi antene, maka akan terjadi gelombang
pantulan (reflected wave) dari antene ke pemancar.
   Bandingan gelombang tegak tegangan (VSWR, voltage standing wave ratio) adalah perbandingan tegangan maksimum dan tegangan minimum gelombang tegak pada saluran transmisi. Kondisi jodoh (match) didapat jika seluruh energi
pada gelombang datang tersalur ke beban, tidak ada energi yang dipantulkan kembali ke sumber.
a. Mendesain box untuk pemancar radio
b. Rangkaian pemancar radio
2. Peralatan Studio dan Fungsinya.
   Biasanya terdapat 2 studio dalam sebuah stasiun radio, yaitu studio siaran dan studio produksi. Studio siaran digunakan untuk menyiarkan materi-materi siaran, tempat penyiar berbicara, memutar lagu dan iklan. Studio produksi digunakan untuk mempersiapkan dan membuat materi-materi siaran,
seperti bikin spot iklan, tes vokal calon penyiar, editing lagu, dsb. Peralatan yang terdapat di kedua studio prinsipnya sama maka jika studio siaran ada masalah penyiar bisa menggunakan studio produksi. Secara umum peralatan yang ada di studio adalah: komputer, audio console (mixer), audio input, speaker
monitor, monitor studio, headphone, microphone dan telephone. Sedangkan pesawat pemancarnya biasanya berada di ruang tersendiri.


Mixer adalah peralatan paling penting dalam sebuah studio, fungsi alat ini adalah mencampur semua masukan suara (audio input) yang tersedia dan menjadikannya satu output untuk disiarkan. Sehingga bisa mendengar suara penyiar, lagu atau background sekaligus.
Audio input. Adalah sumber audio yang terdiri dari mikropon, tape recorder, pick up atau piringan hitam, CD (compact Disk), Komputer. Sumber audio tersebut berfungsi sebagai player untuk mengahasilkan sinyal audio. Yang
selanjutnya disalurkan ke mixer untuk dipilih mana yang akan di siarkan melalui pesawat pemancar radio.
Speaker monitor, monitor studio dan head phone adalah merupakan alat pendengar/speaker yang berfungsi sebagai display untuk memonitor suara baik itu suara dari sumber suara ataupun suara yang telah/akan dipancarkan.


-Kualifikasi SDM Radio-

1. Direksi
   Dalam jajaran direksi dipimpin oleh seorang Direktur Utama, yaitu pemilik atau orang yang ditunjuk oleh pemilik. Di bawahnya terdapat General Manager (GM) yang bertanggungjawab atas keseluruhan operasional sehari-hari.
Selanjutnya di bawahnya terdapat para manajer, yaitu Manajer Produksi, Manajer Marketing dan Manajer Teknik. Manajer Produksi bertugas menentukan sesi perekaman, menangani spot iklan, mengarahkan program siaran bersama dengan PD dan MD. Manajer produksi adalah orang yang paling
bertanggungjawab atas kulitas audio sebuah lagu agar enak didengar. Manajer
Marketing bertugas meningkatkan pendapatan stasiun radio dengan mengatur penjualan jam siaran komersial (Air Time) atau mencari iklan. Manajer Teknik
bertanggung jawab atas bekerjanya semua peralatan stasiun (radio tools), termasuk saat siaran jarak jauh.


   
2. Program Director
   Tanggung jawab Program Director adalah membuat jadwal siaran, mengatur format siaran, pengatur staff penyiar sesuai dengan program dan jadwal yang dibuat, memantau siaran, mengontrol kualitas program siaran.
 

3. Music Director
   Bertanggung jawab atas boleh tidaknya sebuah lagu diputar oleh penyiar, promo album dari sebuah perusahaan


4. News Director
   Bertugas menangani berita atau informasi yang harus disampaikan oleh penyiar dan memilih tema-tema yang akan dibicarakan antara penyiar dan pendengar.

5. Producer
   Producer atau pengarah acara adalah orang yang khusus menangani suatu program siaran, dia yang menentukan materi siaran, siapa penyiarnya, siapa narasumbernya (jika perlu) dan memastikan kesiapan orang, bahan, peralatan, daftar lagu yang akan diputar saat siaran. Producer berkewajiban menggali
ide-ide kreatif untuk mengembangkan program siaran yang menjadi tanggungjawabnya dan ia bertanggungjawab kepada Program Director selaku atasan langsungnya.


6. Reporter/Penyiar
   Reporter sering juga disebut penyiar. Berdasarkan tugasnya juga sering disebut announcer. Seorang reporter juga memiliki tugas sebagai seorang jurnalis yaitu mencari, mengolah dan menyiarkan berita. Bagaimana menjadi jurnalis radio dan bagaimana kemampuan yang diharapkan. Berikut ini
bahan kutipan untuk memberi pengetahuan jurnalistik radio sebagai berikut.
 
-Kesimpulan-
   Dalam Produksi penyiaran Radio, ada beberapa hal yang harus kita ketahui mulai dari pengetian penyiaran itu sendiri, jenis siaran radio, karakteristik, dan perangkat atau peralatan.

-Referensi-
   127-teknik-penyiaran-dan-produksi-program-tv-film-radio-ji.pdf
 
-Penutup-
   Sekian dari postingan saya kali ini, sampai jumpa lagi di postingan saya yang selanjuntya, apabila terdapat kesalahan atau kekurangan kata saya mohon maaf,
 
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.